Evaluasi Lingkungan Kerja Fisik Pada Industri Konveksi untuk Meningkatkan Kenyamanan Kerja
Keywords:
Ergonomi, Lingkungan Kerja, ProduktivitasAbstract
Lingkungan kerja fisik merupakan faktor yang memengaruhi kenyamanan, kesehatan, dan produktivitas pekerja. Kondisi lingkungan kerja yang kurang ergonomis, seperti suhu tinggi dan tingkat kebisingan yang melebihi standar, dapat menyebabkan kelelahan, menurunkan konsentrasi, serta mengurangi efektivitas kerja. Berdasarkan observasi awal di UMKM XYZ Kota Palembang, ditemukan permasalahan berupa sirkulasi udara yang kurang optimal pada stasiun kerja penjahitan dan tingkat kebisingan yang tinggi pada stasiun pembordiran. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi lingkungan kerja fisik dan mengevaluasi penerapan aspek ergonomi pada area produksi UMKM XYZ. Metode yang digunakan adalah observasi langsung (field study) melalui pengamatan aktivitas kerja, tata letak fasilitas, dokumentasi, serta pengukuran lingkungan kerja menggunakan environment meter. Hasil penelitian menunjukkan suhu pada stasiun kerja penjahitan mencapai 30,6°C akibat sirkulasi udara yang kurang baik dan tata letak mesin yang terlalu rapat. Tingkat kebisingan pada stasiun pembordiran tercatat sebesar 90,9 dB, 86,42 dB, dan 84,72 dB pada tiga titik pengukuran, dengan sebagian hasil telah melampaui Nilai Ambang Batas (NAB). Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kenyamanan, konsentrasi, dan produktivitas pekerja. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan lingkungan kerja serta pengendalian untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih ergonomis, aman, dan nyaman.
Downloads
References
[1] M. W. Saputra and N. Rahmawati, “Analisis Pengaruh Suhu dan Kebisingan terhadap Produktivitas Kerja pada Produksi Pipa Baja Menggunakan Metode LTM5,” J. Penelit. Inov., vol. 5, no. 1, pp. 159–168, 2025, doi: 10.54082/jupin.1048.
[2] E. Nurhayati, “2029-Article Text-4655-1-10-20220609,” vol. 6, no. 1, pp. 23–27, 2022.
[3] M. P. Tasyania, R. Fariza, Qurtubi, and Debbie Kemala Sari, “Analisis Lingkungan Kerja Fisik: Suhu dan Kebisingan terhadap Produktivitas pada Ruang Mesin 2 PT ABC,” J. Tek. Ind., vol. 12, no. 2, pp. 111–116, 2022, doi: 10.25105/jti.v12i2.14716.
[4] I. Anggara, Z. Zulfadlillah, S. Hamidah, and I. Sopyan, “Penerapan Prinsip Ergonomi dalam Perancangan Alat Kerja untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kesehatan Pekerja di Industri Manufaktur,” JURAL Ris. RUMPUN ILMU Tek., vol. 3, pp. 215–222, Apr. 2024, doi: 10.55606/jurritek.v3i1.4771.
[5] M. W. Wardana and E. R. I, “Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Pekerja,” J. Rekayasa Ind., vol. 2, no. 1, pp. 15–22, 2020, doi: 10.37631/jri.v2i1.127.
[6] M. Nur, “Analisa Lingkungan Kerja dan Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja Menggunakan Metode 5S (Studi Kasus : PT. Gemilang Artha Prima Lestari Rimbo Panjang, Kampar),” J. Tek. Ind. J. Has. Penelit. dan Karya Ilm. dalam Bid. Tek. Ind., vol. 2, no. 2, p. 187, 2016, doi: 10.24014/jti.v2i2.5103.
[7] R. P. Patradhiani, Y. Yasmin, and L. Juliyanti, “Vibrating Floor Design For The Climate Room With Ergonomics Aspect and Safety Approach,” Int. J. Sci. Technol. Manag., vol. 3, no. 4, pp. 1022–1128, 2022, doi: 10.46729/ijstm.v3i4.569.
[8] A. A. Masruri and R. Patradhiani, “2097-4366-1-Sm,” Progr. Stud. Tek. Ind. Fak. Tek. Univ. Muhammadiyah Palembang, vol. 4, no. Faktor Ergonomi Terkait Kenyamanan Ruang Kelas Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang, pp. 40–48, 2019.
[9] N. W. Mahadewi, “Evaluasi Intensitas Kebisingan Sebagai Bentuk Penerapan K3 Lingkungan Kerja Pada PT X,” J. Occup. Heal. Hyg. Saf., vol. 1, no. 1, pp. 44–52, 2023, [Online]. Available: http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/johhs/index
[10] A. S. Kurniawan, S. Rahayuningsih, and I. Safi’i, “Pendekatan Ergonomi Makro pada Pengaruh Lingkungan Kerja,” JURMATIS (Jurnal Manaj. Teknol. dan Tek. Ind., vol. 3, no. 1, p. 63, 2021.